Rabu, 15 Mei 2013

RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBUATAN RUMAH











Taman Rumah Minimalis 2013


Taman Minimalis Nan Manis
Taman Rumah Minimalis Taman Rumah Minimalis Modern



Taman Minimalis Terkini
Taman Rumah Minimalis Modern
Perencanaan Anggaran Biaya

1.   Pendahuluan
Estimasi biaya merupakan hal penting dalam dunia industri konstruksi. Ketidak-akuratan dalam  estimasi dapat memberikan efek negatif pada seluruh proses konstruksi dan semua pihak yang  terlibat. Menurut Pratt (1995) fungsi dari estimasi biaya dalam industri konstruksi adalah untuk : 
  1. Melihat apakah perkiraan biaya konstruksi dapat terpenuhi dengan biaya yang ada.
  2. Mengatur aliran dana ketika pelaksanaan konstruksi sedang berjalan.
  3. Kompentesi pada saat proses penawaran. Estimasi biaya berdasarkan spesifikasi dan gambar kerja yang disiapkan owner harus menjamin bahwa pekerjaan akan terlaksana dengan tepat dan kontraktor dapat menerima keuntungan yang layak.
Estimasi biaya konstruksi dikerjakan sebelum pelaksanaan fisik dilakukan dan memerlukan analisis detail dan kompilasi dokumen penawaran dan lainnya. Estimasi biaya mempunyai dampak pada kesuksesan proyek dan perusahaan. Keakuratan dalam estimasi biaya tergantung pada keahlian dan kerajinan estimator  dalam mengikuti seluruh proses pekerjaan dan sesuai dengan infomasi terbaru. Secara umum komponen biaya yang tercantum dalam estimasi biaya konstruksi meliputi :
  1. Estimasi biaya langsung (material, labor & peralatan). 
  2. Estimasi biaya tak langsung.
  3. Biaya tak terduga.
  4. Keuntungan (profit).
Proses analisis biaya konstruksi adalah suatu proses untuk mengestimasi biaya langsung yang secara umum digunakan sebagai dasar penawaran. Salah satu metoda yang digunakan untuk melakukan estimasi biaya penawaran konstruksi adalah menghitung secara detail harga satuan pekerjaan berdasarkan nilai indeks atau koefisien untuk analisis biaya bahan dan upah kerja. Saat ini para estimator di Indonesia masih banyak mengacu pada BOW (Burgerlijke Open bare Werken)  yang ditetapkan tanggal 28 Pebruari 1921 pada jaman pemerintah Belanda.
Sudah ada upaya yang dilakukan oleh Puslitbang Pemukiman, Departemen Kimpraswil untuk memperbaharui BOW tersebut dengan membuat Standar Nasional Indonesia (SNI), meskipun belum mencakup seluruh jenis pekerjaan. Pada kedua acuan tersebut yang dicantumkan adalah nilai-nilai indeks atau koefisien yang didefinisikan sebagai faktor pengali pada perhitungan biaya bahan dan upah ketja tukang pada setiap satuan jenis pekerjaan. Metoda ini dapat dilakukan apabila rencana gambar teknis dan persyaratan teknis telah tersedia sehingga volume pekerjaan dapat dihitung.
Pada awalnya estimasi biaya penawaran yang menggunakan panduan tersebut adalah untuk menstandarkan harga bangunan berdasarkan kualitas bangunan yang sarna. Hal ini sangat membatasi para estimator apabila harus memperhitungkan berbagai faktor resiko yang berbeda pada setiap daerah. Resiko ketidak-seragaman ketrampilan tukang, bervariasinya mutu bahan di setiap daerah, kendala-kendala teknis lainnya yang mempengaruhi pemilihan metoda konstruksi dan lain sebagainya adalah merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan pada estimasi biaya penawaran. Faktor resiko tersebut yang menyebabkan nilai indeks juga berbeda. Padahal nilai indeks yang tercantum dalam SNI maupun BOW masih menganut nilai tunggal. Perbedaan-perbedaan inilah yang selanjutnya akan dikaji lebih dalam dalam studi ini. Atas dasar inilah yang menjadi pertimbangan mengapa pengkajian indeks biaya perlu dilakukan. Hal ini penting untuk dipelajari guna untuk melihat sejauhmana aplikasi penggunaan SNI Analisa Biaya Kontruksi Untuk Bangunan Gedung dan apabila terdapat perbedaan berapa besar perbedaan tersebut.
Hal lain yang perlu dipelajari pula dalam kegiatan ini adalah pengaruh produktivitas kerja dari para tukang yang melakukan pekerjaan sama yang berulang. Hal ini sangat penting mengingat bahwa efisiensi pekerjaan juga  dipengaruhi dengan faktor pembelajaran atau learning effect  sehingga kebutuhan waktu pelaksanaan pekerjaan pada waktu pertama kali pekerjaan dilakukan akan berbeda dengan pelaksanaan yang kedua dan seterusnya. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi jumlah biaya konstruksi yang diperlukan apabila tingkat ketrampilan tukang dan kebiasaan tukang berbeda.
Selain kedua hal tersebut diatas, juga perlu dikaji produktivitas kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, dengan cara membuat model pekerjaan pada konstruksi bangunan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengamati kendala-kendala teknis dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat diukur faktor pengaruh lain yang harus diperhitungkan pada estimasi biaya pekerjaan.

2.  Metode Menentukan Indeks Biaya
Metoda yang digunakan dalam menentukan indeks biaya biasanya meliputi dua metoda.
Pertama, pada pengkajian indeks biaya dilakukan dengan menginvetaris data sekunder pada proyek konstruksi yang telah lalu. Hal ini dilakukan dengan mengkaji dokumen analisa harga satuan pada dokumen penawaran. Sebagai panduan dilakukan dengan menyusun kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur, dan langsung wawancara ke kontraktor, konsultan perencana, intansi pemerintah atau pelaksana konstruksi lainnya yang dipilih  secara acak.
Kedua, dengan metoda eksperimental yang dilakukan di laboratorium dan di lapangan.
2.1. Langkah Kerja kajian Indeks Biaya
Perolehan Indeks biaya bahan dan upah kerja dilakukan melalui penelusuran data sekunder dari catatan dalam dokumen analisis harga satuan pada dokumen penawaran. Langkah kerja yang dilakukan sebagai berikut :
  1. Kajian pustaka
  2. Penyusunan kuisioner
  3. Pemilihan instansi sebagai responden
  4. Pengiriman kuisioner
  5. Kunjungan ke instansi terpilih
  6. Melakukan interview dan inventarisasi data
  7. Analisis data
  8. Aplikasi nilai indeks biaya

2.2. Langkah Kerja Pengujian Di Laboratorium
Pengujian di laboratorium dilakukan dengan membuat spesimen skala penuh. Misal untuk pekerjaan pembuatan beton bertulang. Spesimen terdiri dari balok, kolom dan pelat berjumlah lima buah untuk masing-masing jenis. Analisis dilakukan untuk menetukan faktor  learning effect,  yaitu faktor yang tergantung pada pengalaman kerja dari pekerja akibat dari proses pembelajaran.
  
Langkah Kerja Pengujian di Laboratorium

2.3. Langkah Kerja Pengujian Di Lapangan
Pengujian di lapangan dilakukan untuk mengukur produktivitas pekerjaan.
 
Langkah Kerja Pengujian di Lapangan

3. Estimasi Biaya Konstruksi
Analisis biaya konstruksi adalah suatu tahap yang selalu dilakukan pada saat seorang estimator akan mengestimasi biaya konstruksi yang selanjutnya akan dicantumkan dalam dikumen penawaran. Secara umum dalam dokumen penawaran biaya konstruksi antara pihak konsultan, owner dan kontraktor mempunyai pendetailan yang berbeda. Tetapi perincian biaya yang dicantumkan meliputi dari biaya -biaya sebagai berikut : 
  1. Biaya langsung (material, tukang dan peralatan)
  2. Biaya tak langsung
  3. Biaya tak terduga
  4. Biaya overhead, keuntungan
Bagaimana para estimator mengestimasi biaya  suatu proyek konstruksi bangunan, untuk mereka yang tidak terbiasa melakukan estimasi, proses yang harus dijalani terlihat rumit. Seperti memperkirakan jumlah pekerja, jumlah bahan yang diperlukan, jumlah waktu pelaksanaan dan sebagainya. Selain kesulitan akibat parameter-parameter langsung yang berhubungan dengan biaya konstruksi, terdapat beberapa hal yang juga turut mempengaruhi keakuratan biaya estimasi yaitu waktu dan pengalaman dari estimator seperti pada gambar dibawah.
 
Mengapa selalu terjadi perbedaan perhitungan antara biaya estimasi dengan biaya aktual? Hal  ini dapat terjadi karena beberapa hal yaitu :
  1. Perhitungan jumlah/volume.
  2. Harga material
  3. Upah tenaga kerja
  4. Prakiraan produktivitas pekerja
  5. Metoda kerja
  6. Biaya peralatan konstruksi
  7. Biaya pekerjaan tak langsung
  8. Bayaran untuk sub-kontraktor
  9. Bayaran untuk supplier material
  10. Ketidak-pahaman kondisi lokasi
  11. Faktor-faktor yang bersifat lokal 
  12. Biaya yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan konstruksi
  13. Biaya-biaya awal pelaksanaan
  14. Overhead
  15. Pertimbangan keuntungan
  16. Alokasi resiko dan biaya tak terduga
  17. Kesalahan dalam rumusan estimasi
  18. Informasi dasar yang biasa digunakan untuk perumusan estimasi biaya
  19. Tekanan pasar 
Alasan-alasan tersebutlah yang menjadi tugas estimator untuk meminimasi perbedaan tersebut dengan cara memahami rencana proyek, kondisi setempat, dan beberapa faktor resiko lainnya.
4. Jenis Estimasi Biaya Konstruksi
Ada beberapa metoda dalam melakukan estimasi biaya konstruksi yaitu :
  1. Estimasi harga-pasti (fixed-price)
    • Metoda lumpsum (lumpsum estimate)
Metoda ini umumnya dilakukan bila jenis pekerjaan dan jumlahnya telah diketahui dan dikenal benar. Kontraktor berani mengambil resiko. Bila ketidakpastian terjadi di lapangan, maka tingkat resiko yang dipikul kontraktor lebih besar. Keuntungan bagi owner adalah bahwa harga konstruksi diketahui dengan baik sehingga memudahkan untuk menentukan anggaran. 
    • Metoda harga satuan (unit-price estimate)
Metoda harga satuan biasanya berdasarkan harga satuan setiap jenis pekerjaan. Dalam penawaran juga dicantumkan juga estimasi jumlah setiap jenis pekerjaan untuk mendapatkan total biaya yang mana volume jumlah hanya berdasarkan pada gambar rencana arsitektur yang belum tentu dijamin keakuratannya. Seperti halnya pacta cara estimasi lump sum, survey jumlah dibuat untuk setiap jenis penawaran. Biaya total proyek dihitung meliputi tenaga kerja,  material, peralatan, sub-kontrator,  overhead, markup, dsb.
  1. Estimasi harga-perkiraan (approximate estimate)
Metoda ini didasarkan fakta perincian biaya dari proyek sebelumnya. Ada beberapa metoda yang termasuk kategori ini yaitu :
    • Harga per fungsi, metoda ini didasarkan pada estimasi biaya setiap jenis penggunaan
    • Harga luas, metoda ini menggunakan harga per luas lantai
    • Harga volume kubik, metoda ini didasarkan pada volume bangunan
    • Modular takeoff, metoda ini mengacll pada konsep modul dan kemudian dikalikan untuk selllruh proyek
    • Partial takeoff, metoda ini merupakan jumlah dari gabungan jenis-jenis pekerjaan yang diperkirakan menggunakan harga satuan.
    • Harga satuan panel, metoda ini dilakukan dengan mengasumsikan harga satuan per luas lantai, keliling, dinding, atap, dan sebagainya
    • Harga parameter, metoda ini menggunakan harga satuan dari komponen bangunan yang berbeda seperti site work, pondasi, lantai, dinding, dan sebagainya.
 5.       Permasalan Dalam Estimasi Biaya Konstruksi
Seorang estimator akan berusaha melakukan estimasi biaya sedekat mungkin dengan kebutuhan biaya aktual. Untuk melakukan estimasi biaya suatu pekerjaan sering dijumpai beberapa kesulitan yaitu :
  1. Masalah memilih metoda keria
Dalam setiap jenis pekerjaan mungkin terdiri dari beberapa metoda kerja. Sebagai contoh seorang estimator harus mengasumsikan terIebih dahulu berapa tukang yang diperIukan dalam melakukan pekerjaan dinding pasangan bata, apakah diperlukan pekerja 3 orang atau 4 orang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik? Bagaimana mengawali pekerjaan? Apa saja kendala yang dihadapi? Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dicari solusinya dan dipilih yang paling ekonomis.
  1. Masalah kebutuhan tenaga kerja
Untuk mengasumsikan kebutuhan tenaga kerja, biasanya didasarkan pada hasil kinerja pekerjaan sebelumnya untuk satu jenis pekerjaan yang sama. Dengan demikian dokumentasi pekerjaan di lapangan sangat  berguna untuk membantu para estimator dalam menganalisa proyek berikutnya. Manipulasi data mungkin tetap diperlukan, misalnya karena terjadi penurunan kondisi pekerjaan.
  1. Masalah upah tenaga kerja
Berapa biaya yang diperlukan untuk tukang? Seorang estimator harus memperkirakan biaya tersebut. Biaya tukang akan bervariasi tergantung pada pekerjaan, keahlian, peraturan upah minimum, kondisi pasar, dan sebagainya
  1. Masalah biaya material (yang terpakai dan terbuang)
Hal ini dapat diperkirakan dengan tepat apabila material tersedia dan banyak dijual di pasaran. Jumlah material yang diperlukan harus dihitung berdasarkan gambar kerja dan tidak tergantung pada kinerja tukang atau metoda kerja. Akan tetapi seorang estimator tidak hanya mempertimbangkan material yang diperlukan dalam perkejaan, tetapi juga perkiraan material yang terbuang. Faktor ini sangat bervariasi dan tergantung pada kinerja dan prosedur kerja yang dipakai oleh tukang.
  1. Masalah biaya overhead dan keuntungan
Jumlah ini akan tergantung pada kebijakan perusahaan, kondisi pasar, dan banyak variable lainnya.

6.      Pengaruh Lokasi Proyek
Perhitungan estimasi biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh lokasi. Seorang estimator harus sadar betul bahwa suatu harga di lokasi A yang berada di pusat kola akan berbeda dengan dengan lokasi B yang berada di daerah pegunungan. Faktor lokasi muncul karena terdapat beberapa perbedaan yang menimbulkan kesulitan, seperti :
  1. Keterpencilan kawasan (remoteness)
  2. Keterbatasan lokasi (confined sites)
  3. Ketersediaan tukang (labor availability)
  4. Cuaca (weather)
  5. Pertimbangan desain (design consideration)
  6. Kerawanan dan keamanan lokasi (vandalism and site security)

6.1. Keterpencilan Kawasan (Remoteness)
Daerah yang terpencil akan mengalami beberapa kesulitan, yaitu
  1. Masalah komunikasi.
Jika kesulitan komunikasi seperti tidak adanya jaringan telepon, maka diperlukan alat komunikasi lainnya. Kesulitan komunikasi dalam melaksanakan proyek adalah masalah besar sehingga memerlukan biaya tambahan.
  1. Masalah transportasi
Semula material dan tenaga kerja perlu diangkut ke lokasi. Jika rote jalan buruk bisa terjadi keterlambatan pengiriman material; mendatangkan kendaraan berat bisa merusak jembatan sempit sehingga diperlukan biaya perbaikan.
  1. Harga material berfluktuasi.
Harga material naik biasanya karena naiknya biaya transportasi seperti karena jarak jauh atau kesulitan transportasi.
  1. Sumber listrik dan air
Tenaga listrik dan sumber air selalu diperlukan pada saat pelaksanaan konstruksi. Air diperlukan untuk pengceoran beton, membersihkan dan banyak perkerjaan lainnya. Air yang mengandung garam tidak diperkenankan pada persyaratan pekerjaan beton, atau plesteran. Sehingga perlu didatangkan air pada lokasi. Hal ini tentunya akan menambah biaya konstruksi. Demikian juga untuk kebutuhan tenaga listrik. Bila tidak ada sumber listrik, maka perlu disediakan generator listrik.
6.2. Keterbatasan Lokasi (Confined Sites)
Lokasi yang terkurung umumnya disebabkan karena kemacetan atau sebab lainnya sehingga lokasi tersebut tidak bebas. Hal ini bisa berakibat produktivitas pekerja dan alat rendah. Lebih jauh lagi karena keterbatasan  lokasi dapat membatasi pemilihan metoda kerja, jenis alat yang digunakan dan jumlah pekerja yang bisa dikaryakan. Dengan keterbatasan ruang gerak, pada awal proyek perIu kehati-hatian dalam menentukan utilitas agar tetap menghasilkan keuntungan yang maksimum dengan menghasilkan produktivitas kerja yang tetap baik. Keterbatasan ruang gerak dapat menimbulkan masalah logistik.
Pengangkutan material tidak dapat dilakukan sekaligus, sehingga setiap jenis material perlu diangkut setiap waktu tertentu. Kondisi ini akan memerlukan biaya tambahan.
Seorang estimator perlu memahami masalah-masalah logistik di setiap lokasi. Masalah tersebut dapat terjadi karena jalan masuk terbatas, penimbunan material terbatas, penyimpanan peralatan terbatas, kendaraan  trailer tidak dapat digunakan. Semua keterbatasan tersebut menyebabkan pembatasan penggunaan jenis peralatan, pengaruh pada efektivitas manajemen pekerjaan, produktivitas pekerja, pembatasan jumlah pekerja. Hal tersebut dapat menimbulkan penambahan biaya konstruksi.
6.3. Ketersediaan tukang (labor availability)
Setiap lokasi mempunyai beragam ketersediaan jumlah pekerja yang terampil dan tidak terampil, tergantung pada kondisi ekonomi lokal. Jika di lokasi setempat pekerja yang terampil tidak tersedia maka perlu didatangkan pekerja dari luar lokasi. Mendatangkan tenaga kerja dari satu lokasi ke lokasi lainnya akan memerlukan biaya insentif. Besamya biaya insentif tergantung pada kondisi pasar. Jika mendatangkan tenaga kerja dari luar harus disediakan juga akomodasinya.
6.4. Cuaca (weather)
Kondisi cuaca sangat mempengaruhi hasil kualitas kerja yang nantinya berpengaruh juga pada biaya konstruksi. Sebagai contoh pelaksanaan konstruksi yang dilakukan pada tempat tinggi dengan kecepatan angin kencang, akan mempengaruhi penggunaan keran  (crane) dan perIu pengontrolan debu, tambahan perancang sementara untuk menahan dari hempasan angin.
6.5. Pertimbangan desain (design consideration)
Lokasi suatu proyek mempunyai beberapa aspek yang harus dipertimbangkan oleh perencana. Sebagai contoh konstruksi bangunan sejarah, seluruh desainnya harus harmonis dengan bangunan sejarah yang ada di lokasi setempat. Pertimbangan penggunaan material dan konfigurasi bangunan perlu disesuaikan dengan kondisi lokal.  Pertimbangan-pertimbangan ini dapat menimbulkan masalah tersendiri. Seorang estimator harus paham apakah ada persyaratan khusus untuk material, apakah tersedia tenaga kerja lokal dengan keahlian yang direncanakan, jika tidak maka perIu didatangkan spesialis.
6.6. Kerawanan dan keamanan lokasi (vandalism and site securily)
Keamanan dan kerawanan di lokasi perIu juga diperhitungkan. Misalnya perIu penjagaan selama 24 jam. Tingkat keamanan akan mempengaruhi tingkat resiko pelaksanaan proyek, sehingga kadang kala keamanan setempat perlu dilibatkan.

7. Contoh Kasus Analisis Biaya Konstruksi Pekerjaan Beton
7.1. Biaya
Pada pekerjaan pembuatan beton bertulang, total biaya yang diperlukan digunakan untuk pekerjaanpekerjaan:
  1. Bekesting
  2. Penulangan
  3. Beton
  4. Finishing, jika diperlukan
  5. Curing (perawatan)
Bila perincian biaya digunakan untuk setiap unit kerja, maka satuan yang digunakan untuk setiap jenis pekerjaan adalah :
  1. Bekesting, satuan: luas permukaan
  2. Penulangan, satuan: berat
  3. Beton, satuan: volume
  4. Finishing dan curing, satuan : luas
7.2. Bekesting
Biaya cetakan tergantung pada kerumitan dari bentuknya, jadi bentuk sederhana lebih murah daripada yang rumit karena ekstra material dan keahlian tukang yang diperlukan berbeda. Bekesting yang dapat digunakan ulang (reuse material)  juga dapat mengurangi biaya cetakan. Oleh karena biaya keseluruhan pekerjaan beton tergantung juga pada biaya cetakan (bekesting) maka para perancang (designer) harus memperhitungkan pengaruh daripada bentuk struktur.
Umumnya bahan yang digunakan untuk membuat cetakan adalah dari kayu, plywood, baja, almunium dan kombinasinya atau bahan komposit lainnya. Jika cetakan hanya digunakan sekali atau dua kali, maka bahan kayu masih lebih ekonomis dibandingkan denngan bahan baja atau almunium. Akan tetapi apabila cetakan dapat difabrikasi menjadi bentuk-bentuk panel atau bentuk lainnya seperti bentuk kolom bulat, yang dapat digunakan berulang ka!i, maka bahan baja atau almunium jauh lebih ekonomis daripada kayu.
Penggunaan material untuk cetakan perlu diseleksi agar didapat biaya yang termurah. Perlu dipertimbangkan juga biaya finishing  untuk permukaan beton apabila cetakan telah dibuka. Pada penggunaan kayu biasanya setelah cetakannya dibuka akan meninggalkan bekas-bekas, sehingga perlu dibersihkan atau dipoles, yang berakibat pada penambahan biaya. Dengan demikian penggunaan plywood yang permukaannya mulus atau logam dapat mengurangi biaya pemolesan tersebut. Pada prakteknya lebih baik mengeluarkan ekstra uang untuk menggunakan material cetakan yang berkualitas bagus daripada untuk membayar tukang guna memperkerjakan finishing beton.
Faktor pengaruh dalam pekerjaan bekesting meliputi :
  1. Material yang dibutuhkan untuk membuat cetakan bekesting
  • Plywood. Kayu / kaso-kaso
  • Paku
  • Minyak pelumas
  • Pengait (form ties)
  • Penggaris (form liners)
  1. Tukang yang diperlukan untuk membuat cetakan.
Jumlah tukang yang diperlukan untuk pembuatan bekesting tergantung pada
  • Ukuran bekesting
  • Jenis material yang digunakan. Lembaran plywood yang lebar memerlukan jumlah tukang lebih banyak dari pada kayu
  • Bentuk struktur. Bentuk yang kompleks memerlukan keahlian tukang lebih banyak
  • Lokasi bekesting. Bekesting yang dibuat di alas lebih banyak daripada dibuat di bawah
  • Berapa kali penggunaan panel cetakan fabrikasi atau potongan
  • Kekakuan dari persyaratan bekesting
  • Cetakan yang difabrikasi sebelumnya di bengkel kemudian diangkut ke lokasi
Jika bekesting terdiri dari panel-panel atau penampang fabrikasi, kebutuhan tukang diperlukan untuk melakukan pekerjaan merakit, memakai, memindahkan, clan menggunakan ulang. Sedangkan bila bekesting dibuat di tempat maka tenaga tukang diperlukan untuk membuat, merakit, memindahkan dan membersihkan. Urutan kerja para tukang tersebut tentunya juga mempengaruhi biaya pekerjaan bekesting secara keseluruhan.
7.3. Penulangan
Penulangan untuk beton biasanya terdiri dari batang tulangan baik ulir maupun polos, dan kawat beton. Biaya untuk pekerjaan tulangan dihitung dalam satuan berat. Tahap pekerjaan tulangan biasanya meliputi, pemotongan sesuai panjang yang diperlukan dan pembekokan kedalam beberapa bentuk. Untuk pembentukan khusus yang memerlukan mesin pernbekokan dilakukan di bengkel untuk kemudian dibawa ke lokasi. Hal tersebut lebih ekonomis dibandingkan apabila dikerjakan di lapangan.
Untuk menentukan biaya pekerjaan tulangan pertama kali perlu menentukan berat dari tualangan berdasarkan panjang dan ukuran diameter. Jika ingin mengestimasi biaya maka perlu dibuatkan dulu daftar tualangan. Biaya pekerjaan tulangan meliputi :
  1. Biaya bahan dari tulangan
  2. Biaya untuk persiapan shop drawing
  3. Biaya pengangkutan, pemotongan, bending, dsb
  4. Biaya overhead taka dan keuntungan
  5. Biaya transportasi dari toko ke lokasi
  6. Biaya spesialis seperti spacers, saddles, chairs, dsb, jika digunakan
 Jumlah tukang yang diperlukan untuk pekerjaan tulangan tergantung pada beberapa faktor :
  1. ukuran dan panjang tulangan
  2. bentuk tulangan
  3. kerumitan struktur
  4. jarak dan panjang tulangan yang harus dibawa
  5. toleransi yang diijinkan untuk bentang tulangan
  6. pengikatan yang diperlukan
  7. keahlian pekerja
7.4. Coran Beton
Biaya pekerjaan beton meliputi biaya pasir, agregrat, semen, air, admixture, pencampuran, transportasi dan penuangan. Mencampur beton di lapangan masih banyak dilakukan. Sementara itu penggunaan beton raedy-mix lebih  sering dilakukan untuk proyek-proyek konstruksi yang dibangun di kota-kota besar. Biaya pekerjaan beton akan bertambah untuk pengiriman coran beton ke lokasi yang nilainya beraviasi tergantung ukuran pekerjaan, lokasi, dan kualitas beton. Hal ini dapat dilihat dari tahap-tahap pekerjaan yang diperlukan dalam pekrjan pembuatan coran beton yang meliputi :
  1. Pengukuran bahan dasar beton, pasir, semen, batu split, air, dsb 
  2. Pengadukan
  3. Pengiriman (transportasi)
  4. Penuangan
Biaya untuk menempatkan beton di lokasi juga tergantung pada peralatan yang digunakan. Sebagi contoh, campuran beton bisa ditempatkan langsung di cetakan secara manual, atau dituangkan menggunakan  crane  atau dipompa menggunakan truk pompa. Jumlah material yang diperlukan untuk pekerjaan beton harus ditambahkan 10% untuk proyek kecil dan 5% untuk proyek besar.
7.5.  Analisis Biaya Konstruksi Pekerjaan Baja
7.5.1  Material
Sampai sejauh ini pekerjaan baja yang digunakan untuk struktur baja didirikan berdasarkan komponen bentuk fabrikasi yang sudah standar, seperti lWF, C, T, L, pipa, pelat, dan sebagainya. Satuan untuk bahan baja adalah satuan berat.
Dalam memperkirakan berat struktur baja harus dihitung berdasarkan dari gambar proyek. Manual produser baja biasanya sudah mencantumkan berat setiap penampang baja. Akan tetapi berat tersebut bervariasi sekitar 2%.
7.5.2 Biaya estimasi
Dalam mengestimasi biaya struktur baja, kontraktor akan menyerahkan satu set rencana dan spesifikasinya. Supplier akan menentukan jumlah yang diperlukan termasuk komponen utama, detail sambungan, dan jenis lainnya. Kemudian ditambahkan dengan biasa fabrikasi untukpemotongan, punching, pengeboran, pengelasan, overhead dan keuntungan. Kadangkala juga ditambahkan biaya pengecatan sebelum baja dikirim ke lokasi.
Macam-macam biaya yang diperlukan untuk estimasi biaya pekerjaan baja meliputi :
  1. Biaya standar bentuk structural dari supplier baja
  2. Biaya persiapan gambar pelaksanaan fabrikasi
  3. Biaya fabrikasi bentuk baja menjadi komponen jadi
  4. Biaya transportasi baja ke lokasi
  5. Biaya mendirikan baja termasuk peralatan, tukang, baut atau pengelasan
  6. Biaya pengecatan struktur baja di lapangan
  7. Biaya overhead, pajak dan keuntungan.

1 komentar:

Rumah Gaya Minimalis Modern

Rumah Gaya Minimalis Modern
Rumah Minimalis Modern 2 Lantai

DESAIN DAN KONTRAKTOR BANGUNAN CINERE - DEPOK

JASA PERENCANAAN / GAMBAR BANGUNAN

Kami Perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Desain Perencanaan dan Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Arsitektur, (Pembangunan Ruman & Renovasi), Interior & Furniture,

Jangan sia-siakan impian anda untuk mewujudkan rumah idaman bersama alam persada teknik, jangan paksakan rumah impian anda dengan membangun tanpa perencanaan yang tepat sehingga memberikan hasil yang proporsional dan efisien dengan tetap mutu terbaik.

Percayakan impian mewujudkan rumah anda kepada kami

Kami persembahkan untuk hunian yang nyaman, asri, selaras dan fungsional.

PAKET LUAS 1M2 – 50M2

Harga desain Rp. 3.500.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya.RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 51M2 – 100M2

Harga desain Rp. 5.000.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya.RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 101M2 – 150M2

Harga desain Rp. 7.500.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya.

RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 151M2 – 200M2

Harga desain Rp. 9.000.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya. RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 201M2 – 250M2

Harga desain Rp. 11.000.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya. RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 251M2 – 300M2

Harga desain Rp. 14.000.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya. RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 301M2 – 400M2

Harga desain Rp. 16.500.000 dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya. RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

PAKET LUAS 401M2 KEATAS

Harga desain NEGO dengan produk gambar sbb :

Gambar kerja : Gambar Perspektif 3 Dimensi, Gambar Situasi, Denah, Tampak, Potongan, Rencana Pondasi, Rencana Atap, Rencana Plafond, Rencana Pola lantai, Rencana Pintu dan Jendela, Gambar ME (Listrik), Rencana Sanitasi, Detail Tangga, detail KM/WC, Detail Fasad, Serta Detail Penunjang lainnya. RAB (Rancangan Anggaran Biaya)

JASA PELAKSANAAN

v Cara Cost n Fee

Jasa pelaksanaan dibayar 10% dari nilai total belanja matrial dan upah tukang

v Cara Borong

Kami akan mengajukan penawaran harga dengan penjelasan spesifikasi matrial.

JASA DESIGN / GAMBAR PERENCANAAN GRATIS, jika PELAKSANAAN bangunan di laksanakan dengan cara borong

Hubungi Kami :

Roy Saputra, ST

Jl. Raya Grogol Seberang, Limo- Grogol, Depok.

Dekat Masjid Kubah Mas Meruyung Limo

Telp : 0812 9159 5358 / 0857 1917 3036

wa : 0815 1726 5971


Email: roy.bkrt@gmail.com

albianpools@gmail.com


blogsite :

www.albianpools.blogspot.co.id

www.albianpools.wordpress.com


Desain Kontraktor Bergaransi Cinere Depok

Jasa Kontraktor dan Konsultan Pembangunan


Ilustrasi jasa kontraktor

Pembangunan yang semakin marak di tanah air membutuhkan banyak jasa termasuk jasa kontraktor yang berperan dalam membangun proyek-proyek yang dibutuhkan dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pengertian Jasa Kontraktor

Jasa kontraktor adalah jasa di bidang konstruksi yang merupakan suatu kegiatan dalam membangun berbagai sarana dan prasarana yang berhubungan dengan pembangunan gedung, pembangunan prasarana sipil, instalasi mekanikal, dan instalasi elektrikal.

Bidang konstruksi ini merupakan suatu kegiatan yang terdiri atas beberapa kegiatan atau pekerjaan lain yang dirangkai menjadi satu unit bangunan sehingga dalam bidang ini, dikenal istilah klasifikasi atau subbidang.

Kegiatan yang dilakukan oleh jasa kontraktor adalah meliputi beberapa hal yang pada akhirnya menjadikan satu kesatuan dalam tujuan pembangunan yang sama. Kegiatan pertama yang dilakukan dalam bidang ini adalah perencanaan.

Perencanaan merupakan seuatu kegiatan yang dilakukan oleh konsultan perencana atau biasa disebut sebagai team leader, lalu rencana tersebut dilaksanakan oleh kontraktor kontruksi yang memanajeri proyek tersebut. Para pelaku perencana ini bekerja di dalam kantor dan pelaksanaan dilakukan di lapangan oleh mandor proyek.

Mandor proyek tersebut bertugas untuk mengawasi buruh bangunan, tukang bangunan, ahli bangunan, dan semua yang bekerja di bidang praktik perencanaan agar dapat menyelesaikan proyek bangunan sesuai dengan perencanaan. Namun, perintah tersebut dilakukan oleh pelaksana lapangan yang juga diawasi oleh konsultan pengawas.

Berbagai Praktik dalam Jasa Konstruksi

Selain perencanaan umum yang dilaksanakan oleh konsultan perencana, ada juga yang disbeut dengan perencanaan terpadu, yakni berbagai perencanaan yang berhubungan dengan metode penentuan besar kecilnya biaya yang diperlukan, rancangan bangunan, dan dampak lainnya saat kegiatan konstruksi dilaksanakan.

Perencanaan tersebut jika dilakukan dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Artinya, sukses atau tidaknya kegiatan konstruksi ditentukan oleh perencanaan yang baik pula. Keamanan lingkungan, ketersediaan material, logistik, kondisi publik, dan hal lain yang berhubungan dengan kegiatan konstruksi harus dipersiapkan dengan baik.

Dengan demikian, jasa kontraktor yang bekerja sama di dalam bidang konstruksi banguan diperlukan dalam upaya menghasilkan bangunan sarana dan prasarana yang sesuai dengan konsep serta perencanaan yang telah berlangsung.

Beragam Bentuk Fisik Jasa Kontraktor dalam Bidang Konstruksi

Pengusaha jasa konstruksi tentu menyediakan pelayanan dalam bidang perencana, pelaksana, dan pengawas. Artinya, jasa konstruksi merupakan salah satu usaha di bidang sektor ekonomi yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dalam usaha membentuk suatu bangunan fisik yang nantinya akan dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat.

Bentuk fisik yang dimaksud adalah bangunan yang melekat pada tanah berupa gedung, rumah, jalan, jembatan, bendungan, dan bentuk konstruksi lainnya yang berpindah-pindah. Namun, ada juga bentuk fisik lain yang berupa dokumen yang digunakan untuk membangun konstruksi.

Kerjasama

Jasa kontraktor tak bisa berdiri sendiri. Sebelum sebuah proyek dikerjakan, jasa kontraktor harus berhubungan dengan jasa konsultan yang akan membuatkan RAB (rancangan Anggaran Biaya) dari material yang kecil hingga yang besar dihitung berdasarkan gambar.

Jasa kontraktor merupakan jasa pembangunan bagi bangunan sipil dan bangunan mekanikal. Cara kerja jasa kontraktor biasanya berdasarkan apa yang sudah dibuat oleh jasa konsultan. Misalnya, membangun rumah tipe 36. Dari gambar rumah tipe 36 tersebut, jasa konsultan akan menghitung semua biaya dari yang sangat kecil hingga yang terbesar

Contohnya, pemasangan bowplang yang merupakan jarak antara galian pondasi. Sper ke bowplang 50 cm – 1 meter, alat yang dibutuhkan dan material yang diperlukan sudah harus dihitung oleh jasa konsultan. Jadi intinya, jasa konsultan memberikan perhitungan harga dari awal sampai finishing.

Beda Jasa Kontraktor dan Jasa Konsultan

Setelah Jasa konstruktor mendapatkan data dari jasa konsultan barulah jasa kontraktor bisa mengajukan penawaran ke konsumen. Konsultan menentukan spesifikasi dan menyarankan apa yang harus dilakukan oleh jasa konstruktor.

Kedua jenis jasa ini tak bisa digabung karena wilayah kerjanya berbeda. Jasa konsultan tidak perlu kantor terlalu besar, karyawan tidak terlalu banyak tapi benar-benar skillfull. Biasanya para insinyur yang sangat ahli di bidangnya terutama gambar. Jasa konstruktor menyangkut juga jasa konstruksi civil dan mechanical.

Pekerja pada Jasa Kontraktor

Jasa kontraktor membutuhkan banyak tenaga kerja. Siapa saja yang bisa kerja di jasa konstruktor. Untuk bangunan sipil, jasa kontraktor membutuhkan pekerja, seperti, tukang cat, tukang batu, tukang kayu, tukang besi, tukang listrik. Untuk bangunan mechanical, jasa kontraktor membutuhkan tukang las, tukang besi.

Kebutuhan Tender

Untuk mendapatkan sebuah tender, sebuah jasa kontraktor perlu mengajukan spek (spesifikasi) yang mencakupi seluruh bangunan yang akan dibuat. Bentuk, material, kualitas serta gambar kerja yang ditandatangani, diperiksa, dan diketahui oleh konsultan.

Perusahaan jasa kontraktor juga harus membuat daftar tenaga kerja dengan mencantumkan berapa tamatan STM, tamatan S1, D3, SMA. Berapa orang untuk menempati pos-pos yang telah ditentukan. Pos-pos teknik sipil posisinya sebagai pengawas umum, D3 menempati site manager mengawasi satu pronyek

Site manger ini harus tahu kapan proyek mulai dikerjakan, progresnya berapa persen pada minggu pertama, minggu berikutnya sampai finish. Progres dicantumkan dalam bentuk persen. Lulusan SMA dan STM biasanya sebagai pekerja kasar, misalnya, jasa angkut atau tukang.

Ada yang menarik yang harus dicermati dalam proses tender ini, yaitu adanya jual beli legalisir ijazah para tamatan Fakultas Teknik dari universitas terkenal. Harga selembar ijazah bekisar pada harga Rp500.000 – Rp1.000.000. Padahal sang pemilik ijazah hanya membayar Rp10.000 untuk melegalisir ijazahnya.

Tips Memilih Jasa Kontraktor

Memilih jasa kontraktor tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena hal ini menyangkut kenyamanan masyarakat umum yang menggunakan bangunan fisik yang dihasilkan dari jasa tersebut.

Anda harus memilih jasa di bidang konstruksi secara profesional, yakni jasa kontraktor yang sudah sering melaksanakan pembangunan untuk sarana dan prasarana umum yang sudah benar-benar dikenal di bidang tersebut.

Kalaupun harganya cukup mahal, namun Anda tidak perlu sanksi terhadap hal tersebut asalkan jasa konstruksi tersebut sudah dikenal bergerak dengan baik dan bisa menghasilkan konstruksi fisik yang sesuai dengan perencanaan.

Jangan sekali sekali tergiur oleh penawaran harga yang murah karena hal itu bisa menjadi suatu hal yang patut untuk dipertimbangkan secara kualitas. Kualitas bangunan bisa dijadikan sasaran empuk bagi mereka yang memilih untuk menurunkan penawaran harga pelayanan jasa. Jadi, pilihlah jasa profesional dengan harga yang cukup mahal daripada harus memilih jasa konstruksi dengan harga murah namun berkualitas rendah.

Dari beberapa kasus yang tercatat di departemen pekerjaan umum, disebutkan bahwa banyak orang atau perusahaan yang lebih memilih jasa konstruksi dengan harga yang murah namun berkualitas rendah dibandingkan dengan jasa konstruksi yang berharga mahal dan berkualitas handal.

Jasa kontraktor yang baik juga bisa dilihat berdasarkat sertifikat yang sudah dimilikinya sebab hal tersebut sesuai dengan undang-undang tentang jasa konstruksi yang menyebutkan bahwa jasa konstruksi harus memiliki sertifikat dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi untuk menentukan kualitas tenaga ahli yang bekerja di perusahaan jasa tersebut,peralatan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pembangunan, modal yang dimiliki perusahaan tersebut, serta pengalaman dalam bidang bangunan.

Usaha jasa konstruksi yang sampai saat ini tercatat dalam Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi adalah sekitar 98 ribu perusahaan, dengan 6000 usaha jasa konsultan, 22 ribu tenaga ahli, dan ribuan tenaga ahli di bidang konstruksi yang semuanya telah memiliki sertifikat.

Oleh karena itu, konsumen harus menanyakan sertifikat terlebih dahulu untuk mengetahui apakah perusahaan di bidang konstruksi tersebut bersifat profesional atau tidak.

Selain itu, konsumen juga bisa mengajukan berbagai tuntutan kompensasi apabila pembangunan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kontrak kerjasama yang telah disepakati sebelumnya dengan pihak kontraktor.

Selain meminta ditunjukkan sertifikat,konsumen juga perlu menanyakan berbagai hal mengenai jadwal pembangunan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proyek pembangunan tersebut, bagaimana pengamanannya, bahan bangunan yang digunakan, jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk proyek pembangunan, dan hal lain sebelum menentukan kesepakatan.

Beberapa jenis usaha yang mencakup kegiatan usaha konstruksi adalah sebagai berikut.

1. Perencana konstruksi, yakni pemberi layanan jasa perencanaan yang meliputi rangkaian kegiatan dan semua bagian kegiatan mulai dari studi pengembangan sampai dengan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi. Perencana konstruksi juga sering disebut Konsultan Perencana.

2. Pelaksana konstruksi, yakni pemberi layanan jasa pelaksanaan dalam rangkaian kegiatan konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau bagian-bagian dari kegiatan mulai dari penyiapan lapangan sampai penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi. Pelaksana konstruksi ini disebut Kontraktor Konstruksi.

3. Pengawas konstruksi, yakni pemberi layanan jasa pengawasan, baik sebagian atau keseluruhan pekerjaan pelaksanaan konstruksi mulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan akhir konstruksi. Pengawas konstruksi biasa disebut Konsultan Pengawas.

Untuk Itu alam prrsada tekmok, memberikan Jasa Consultasi dan Pelaksanaan untuk Proyek Pembangunan Gedung, Rumah, pabrik, Jalan dan Pekerjaan Struktur Arsetektur, ME lainnya.

Alam Persada Teknik

Roy saputra

Email : roy.bkrt@gmail.com

Contact Person : Roy

wa : 0815 1726 5971

Call : 0812 9156 5358 / 0857 1917 3036

email :

roy.bkrt@gmail.com

albianpools@gmail.com


blogsite :

https://www.albianpools.blogspot.co.id

https://www.albianpools.wordpress.com

Rumah Minimalis 1 lantai

Rumah Minimalis 1 lantai
Rumah Minimalis 1 lantai

KOLAM RENANG MINIMALIS HEMAT

KOLAM RENANG MINIMALIS HEMAT
KOLAM RENANG MINIMALIS MODERN